Kamis, Oktober 23, 2008

My Dream Come True

akhirnya cita-citaku memiliki rumah sendiri tercapai. terhitung tanggal 18 oktober 2008 ini kami mulai menempati rumah baru kami di komplek kuranji permai blok f no.11 padang. ya...my dream come true. punya rumah sendiri adalah salah satu impian terbesar keluargaku. rumah yang bisa menjadi tempat kami berlindung dan merasa nyaman.

sejak menikah, kami sudah 2 kali pindah rumah kontrakan. pertama ngontrak di jalan sawahan dalam. kami ngontrak selama 2 tahun disana. lalu pindah lagi ke perumahan filano jaya II di sekitar daerah parak karakah, dengan alasan kurang merasa aman karena padang sedang dilanda bencana gempa bumi sedangkan rumah di sawahan dalam itu bertingkat. waduuh...kalo pas lagi gempa kayaknya rumah itu ikut bergoyang. cemas juga ninggalin fathan bersama neneknya di rumah.

keinginan untuk memiliki rumah sendiri itu sudah ada sejak awal kami berkeluarga. malah pas akhir tahun pertama kontrakan di sawahan, kami sempat hunting ke perumahan yang lagi membangun rumah-rumah baru. beberapa daerah sudah kami kunjungi. namun dengan pertimbangan kami akan memiliki bayi, yang tentunya diperlukan akses rumah yang dekat dari kantor, makanya kami putuskan untuk 1 tahun ke depan tetap ngontrak di sawahan dalam.

kira-kira sebulan tinggal di filano, kami mulai lagi survey ke perumahan2 yang baru dibuka. dalam perjalanan ke rumah orangtua di daerah perumnas belimbing, kami liat banyak perumahan baru seperti wisma bumi mas, anai lestari, kuranji permai, wisma berbintang, dan griya belimbing. selain itu kami juga sempat jalan ke perumahan sumbar mas dan puri berlindo. memang orientasi kami mencari lokasi perumahan ke arah jalan raya by pass. selain daerah tersebut merupakan daerah evakuasi gempa, rupanya pengembangan kota ke depan kabarnya ke arah jalan by pass dan sekitarnya. karena itu mungkin perumahan baru banyak di bangun di sekitar daerah tersebut.

setelah melakukan perbandingan diantara perumahan baru yang telah kami kunjungi. kami memilih untuk membeli rumah di komplek kuranji permai. selain pertimbangan anggaran/dana dan lokasinya cukup strategis berada di pinggir jalan raya kuranji, rumah yang dibangun disana juga dapat dipesan sesuai denah keinginan pembeli. jadi untuk tahap selanjutnya tidak perlu dirombak lagi dan bisa dilakukan pengembangan karena kaplingan tanah yang disediakan cukup luas. minimal luas 1 kapling tanah di komplek tersebut 180 m2 dengan harga 300 ribu/m2. kami mendapat kaplingan seluas 220 m2. dan luas bangunan yang kami ajukan tipe 70 m2 dengan harga bangunan 2,25 juta/m2. total biaya lahan dan bangunannya sebesar 240 juta rupiah.

mulai awal tahun 2008 lalu, rumah yang kami pesan mulai dibangun. biarpun pembangunan rumah sudah diserahkan ke developer, namun kami tetap mengawasi hasil pekerjaan mereka. misalnya saja, kami minta developer untuk merubah posisi jendela kamar utama, karena tidak sesuai dengan rencana pengembangan rumah. selain itu kita juga perlu mengontrol bahan bangunan yang digunakan, seperti cat, keramik lantai, dll apakah sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan atau tidak.

saat pembangunan rumah sudah mencapai tahap finishing, kami mengajukan permohonan KPR ke BNI Syariah untuk menambah kekurangan pembayaran rumah tersebut. pertimbangan kami memilih bank syariah, selain memang ingin menjalankan prinsip syariah, ternyata pembiayaan di bank syariah memiliki nilai plus antara lain angsuran per bulan bersifat flat atau tetap selama masa pembayaran. selain itu, jika kita ingin melunasi dalam masa pembayaran, maka kita akan diberi keringanan hanya membayar pokok kredit yang tersisa ditambah margin pada bulan pelunasan tersebut. selain itu, biaya yang timbul dalam akad kredit juga lebih ringan. dalam sistem syariah tidak dikenal biaya provisi. dari pengalaman kami kemaren, biaya yang timbul dalam akad kredit sebesar 3,3 juta rupiah. lebih kecil dibandingkan beberapa bank konvensional yang pernah kami tanyakan biaya akad kredit-nya yang sampe 8-10 juta rupiah

alhamdulillah setelah menunggu sekitar 9 bulan, pembangunan rumah kami di komplek kuranji permai tersebut selesai. dan bertepatan sekali dengan berakhirnya masa kontrak rumah yang di filano. terima kasih ya Allah atas segala rejeki, rahmat, dan karunia yang engkau limpahkan kepada kami sekeluarga...

Hasil Pemotretan Nikon Coolpix S8 : Sawah

pas lagi pulang kampung ke Batusangkar beberapa waktu lalu, aku sempat membidik beberapa view bagus di areal persawahan dekat rumah nenekku.mau liat?



Rabu, Oktober 22, 2008

Mesjid Kubah Emas Dian Al Mahri

bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW 12 Rabiul Awal 1429 H yang jatuh pada tanggal 20 Maret 2008 lalu, aku diberi suatu kesempatan yang berharga sekali untuk mengunjungi Masjid_Kubah Emas Dian_Al_Mahri yang berada di Depok. di sana aku sungguh merasa takjub dengan keindahan dan suasana di lingkungan mesjid. semua tertata rapi dan teratur. pokoknya sudah terorganisasi dengan baik (begitu istilah manajemennya)

bagi yang belum ke sana, boleh liat-liat dulu dokumentasi berikut ini.

kemegahan sudah tampak saat kita memasuki pintu gerbang. gambar agak 'silau men!' karena diambil dari dalam bus.


ini hanya sebagian kecil dari kebesaran dan keagungan Allah SWT. mesjid ini saja sudah membuat kita terpesona, bagaimana dengan ke-MahaBesar-an dan ke-Maha Agung-an Allah? Subhanallah...

pintu gerbang memasuki mesjid untuk wanita

kira-kira berapa ya sekarang nilai emas kubah ini?

ini nih rumah yang punya mesjid. semoga keberkahan Allah selalu menyertai mereka. amin...

kalo mau istirahat, bisa rehat di ruang pertemuan ini. capek juga nih mengelilingi areal mesjid seluas 17 ha ini. untuk bagian dalam mesjid, belum dapat aku abadikan. kapan ke sana lagi, ntar aku posting ya...

Ngarai Sianok di Bukittinggi

rasanya tidak ada orang yang tidak tau tentang Ngarai Sianok. dapat dilihat di jantung kota Bukittingi dan merupakan lembah Gunung Singgalang. sungguh suatu keajaiban alam yang menakjubkan. saat jalan-jalan ke Bukittinggi tahun 2007 lalu aku sempat mengabadikan beberapa view Ngarai Sianok.

gambar ini diambil dari taman panorama dekat lubang jepang.

tampak sungai yang berkelok-kelok diantara ngarai yang menjulang tinggi.

di kejauhan Gunung Singgalang menjadi saksi segala peristiwa alam di ngarai sianok ini.

The Beach

kayak judul film-nya Leonardo Di Caprio aja ya? bukan kok...ini mengenai pemandangan pantai hasil bidikan Nikon Coolpix S8. lokasinya di sekitar pantai Padang dan pantai Caroline.







pemandangan di sore hari. kayaknya agak mendung ya...












bentar lagi sunset nih...subhanallah!













belum pernah ke pantai caroline? look at this picture...












semoga perahu ini mengantar kami ke cita-cita dan semua harapan kami...amin...












seru nih buat olahraga pantai. mau volley pantai, mau sepakbola pantai, boleh....