Senin, Maret 08, 2010

Ayo Ke Bank Syariah !

Pernah dengar kata-kata ‘lebih aman dan menentramkan’? Atau membaca motto ‘melayani dengan hati’? Jika memang pernah mendengar atau membacanya, maka kita akan tahu bahwa jargon atau motto tersebut erat kaitannya dengan perbankan syariah. Tapi tahukah kita mengapa motto yang sebagian besar diusung oleh perbankan syariah tersebut secara tidak langsung berkaitan dengan hati?

Sebagaimana kita ketahui bahwa syariah secara formal bersumber dari hukum islam dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari agama islam itu sendiri. Sedangkan dari segi materi, pengertian syariah sebagai salah satu bagian dari hukum islam menjangkau mengenai ketentuan yang terkait dengan pribadi, ekonomi, sosial, politik, dan lain-lain. Jadi dapat disimpulkan bahwa syariah secara sistem merupakan salah satu unsur yang ditujukan untuk mengatur kehidupan manusia mencapai ketentraman hidup di dunia dan kebahagiaan hidup di akhirat nanti.

Dari uraian di atas tergambar dengan jelas bahwa benarlah sistem yang dijalankan perbankan syariah itu erat kaitannya dengan hati. Hati manusia sebagai manusia pribadi, maupun hati manusia sebagai hamba tuhan. Dalam syariah, karakter dan sifat baik seseorang adalah kriteria yang sangat penting dan diposisikan sebagai sikap dasar atau akhlakul kharimah. Hal ini sangat diperlukan terutama sebagai landasan untuk mengikat hubungan emosional yang kuat dengan memegang prinsip keadilan dan ketentraman dalam menjalin suatu hubungan atau kerjasama. Seperti halnya perbankan dengan nasabahnya.

Landasan yang dipegang teguh oleh setiap bank syariah adalah kesadaran dan pemahaman bahwa harta dan apapun yang dimiliki oleh manusia adalah titipan/amanah Allah SWT sehingga cara memperoleh, mengelola, dan memanfaatkannya juga harus sesuai ajaran Islam. Untuk itu, bank syariah berkewajiban mendorong nasabahnya untuk mengupayakan pengelolaan hartanya sesuai ajaran islam tersebut. Segala produk yang ditawarkan bank syariah kepada nasabahnya harus selalu mengacu pada aturan yang ada di dalam sistem syariah itu sendiri, yaitu sistem bagi hasil. Bagi hasil yang didapatkan tergantung kepada keuntungan usaha yang dijalankan. Jika usaha itu tidak mendapatkan keuntungan maka kerugian akan ditanggung bersama oleh bank dan nasabah.

Seiring perkembangan perbankan syariah, maka semakin banyak pula jenis produk yang ditawarkan bank-bank syariah. Sejak lahirnya Bank Muamalat Indonesia pada tahun 1999 dengan membawa jargon ‘Pertama Murni Syariah’ sampai terbentuknya Bank Syariah BRI pada 1 Juli 2009 lalu, dapat dilihat betapa berkembangnya produk-produk bank syariah. Mulai dari pendanaan, sampai pada pembiayaan atau kredit, hingga produk jasa yang mendukung transaksi perbankan nasabahnya.

Jika kita ingin berinvestasi dalam hal pendanaan, bank syariah juga menyediakan berbagai pilihan, seperti halnya bank umum lainnya. Mulai dari tabungan, deposito, giro dan obligasi. Bahkan sejak tahun 2008 lalu telah dikeluarkan program Sukuk Ritel atau Surat Berharga Syariah Negara Ritel. Sukuk ini merupakan salah satu sumber membiayai anggaran negara, sebagai bentuk dari diversifikasi sumber pembiayaan, dan dapat memperluas basis investasi Warga Negara Indonesia dengan volume minimum yang ditentukan. Dengan bagi hasil yang cukup tinggi dibandingkan dengan deposito biasa, Sukuk bisa menjadi salah satu pilihan terbaik untuk berinvestasi. Bahkan untuk tahun 2010, penjualan Sukuk Ritel mencapai Rp.8,03 trilyun atau melebihi target hingga 267%.
Dari sisi teknologi pun, perbankan syariah tidak kalah dibandingkan bank lainnya. Segala kemudahan telah diberikan oleh bank-bank syariah sehubungan dengan kelancaran transaksi nasabahnya. Mau sms banking ada, butuh mobile banking juga tersedia, bahkan sampai internet banking pun sudah menjadi produk andalan dari bank syariah. Kemudahan transaksi nasabah bank syariah semakin dimanja dengan beragam jasa dan fasilitas yang ditawarkan.

Jika dulu ada yang bilang “ga mau ah jadi nasabah bank syariah, kartu kredit aja ga punya!”, maka sekarang hal tersebut bukanlah menjadi kekurangan bagi bank syariah. Karena dengan dikeluarkannya fatwa Dewan Syariah Nasional (DSN) No.54/DSN-MUI/X/2006 mengenai Syariah Card, bank syariah memiliki landasan yang kuat untuk menawarkan produk kartu kredit-nya. Hingga sekarang sudah dikenal beberapa kartu kredit yang dikeluarkan oleh bank syariah. Sejak dirintis oleh Bank Danamon Syariah dengan Dirham Card, nasabah kartu kredit syariah dari waktu ke waktu semakin bertambah. Kesuksesan ini juga diikuti oleh BNI Syariah yang sejak 7 Februari 2009 lalu telah meluncurkan produk kartu kreditnya yang dinamai Hasanah Card. Informasi yang didapat dari Niriah.com, sebuah portal bisnis berbasis syariah, disebutkan bahwa dalam 5 bulan sejak diluncurkannya, Hasanah Card telah memiliki lebih 5.000 pemegang kartu. Melihat hal ini, tidaklah heran jika BNI Syariah memasang target untuk mendapatkan 30.000 nasabah pemegang Hasanah Card.

Dari semua uraian di atas, jelaslah sudah keunggulan yang dimiliki bank syariah dibanding bank umum lainnya. Selain sesuai dengan tuntunan secara islam dan bersifat universal, yang berarti akan memenuhi syarat keadilan dan ketentraman bagi semua nasabahnya, ternyata bank syariah juga mampu memberikan service excellence yang dibutuhkan nasabah dalam segala aspek baik itu pendanaan, pembiayaan dan jasa. Jadi bukan alasan lagi untuk tidak melirik bank syariah. Ayo ke bank syariah !

Jumat, Oktober 16, 2009

In Pictures : Padang Pasca Gempa 30 Sept 2009

Dari bencana gempa 30 sept 2009 lalu, aku sempat mengambil beberapa pemandangan yang memperlihatkan betapa hancurnya Padang Kota Tercinta. Semoga ini bisa menjadi peringatan bagi kita semua betapa Maha Dasyat-nya kekuasaan Allah SWT jika Dia berkehendak, tiada seorang pun dapat menghindar. Insya Allah...



Gedung RSU BMC Padang Jl. Proklamasi, terlihat porak-poranda dan memerlukan pekerjaan renovasi yg cukup berat untuk dapat dipergunakan seperti semula lagi.



Gedung RSU BMC dilihat dari samping.



Ruko Klinik Insani yang tepat berada di depan RSU BMC. Lantai 2 menjadi lantai 1.



Gedung Plaza Andalas terbakar saat kejadian gempa berlangsung dan membuat panik warga masyarakat yg berada di lokasi tsb.



Showroom Suzuki di Sawahan yang roboh 'dihoyak gampo'.



Dimana kita bisa mencari bahan pustaka yg lengkap lagi? Lihat saja gedung Perpustakaan Wilayah Sumbar yg hancur rata dengan tanah....



Mesjid Muhammadiyah di Sawahan juga menjadi bukti dasyatnya 'gampo' 7,9 SR yg mengguncang kota Padang.



Sebuah rumah di kawasan Andalas yg roboh. Kasihan betapa hancur hati sang pemilik rumah melihat rumahnya tidak bisa ditempati lagi.



Innalillahi wainnailaihi rojiun..... Kepala Cabang BII Cab.Sudirman Padang ini menjadi salah satu korban gempa yg berhasil ditemukan diantara reruntuhan gedung BII yg roboh.



Gedung ini berada di Jalan Belakang Olo, tepat di depan Bank Mandiri. Kalo ga salah ini gedung kantor developer PT. Berlindo Semoga Jaya.



Masyarakat ramai mendekati gedung Adira Finance yg roboh dan cukup banyak memakan korban jiwa.

Jumat, Oktober 09, 2009

Kenanganku Saat Ranah Minang Kembali 'Diguncang Gampo'

Di saat baru mulai menata kembali kehidupannya setelah trauma pasca gempa 12 dan 13 september 2007 lalu, warga kota padang kembali panik dengan guncangan gempa 7,9 SR pada 30 september 2009.

Alhamdulillah, aku dan keluarga selamat. Pas kejadian aku baru nyampe di daerah belakang kantor, dekat RS M.Djamil. serasa mau terbalik dunia rasanya. aku mulai merasa ada gempa pas liat air parit di depan RS itu beriak cukup tinggi. Goncangannya sangat kuat. suamiku menahan motor biar kami ga jatuh, karena banyak motor yg berjatuhan saat itu. Karena gempa yg besar itu, orang2 pada mikir bakalan tsunami. Makanya pada berlarian ke arah by pass. aku dan suamiku langsung tancap gas ke arah jalan sawahan. Tapi karena mulai macet jadinya lambat juga nyampe di bypass. Pas mulai di sawahan itulah, aku ga bisa nahan tangisan lagi. Apa aja bangunan yg kuliat pada runtuh. Yg terpikir gimana fathan dan keluarga di rumah. Kebetulan fathan kalo sore di rumah neneknya abis dijemput dari bundo kandung.

Baru di bypass kami trima telp dari rumah kalo fathan dll-nya selamat. Sebelum ke belimbing (rumah mertuaku), kusempatkan ke rumah sebentar. Rupanya pagar depan udah roboh. Pagar belakang juga. Dan isi rumah berserakan. Banyak juga yg retak2. Kata abang insya allah ga apa2 dan bisa diperbaiki. Abis magribnya langsung hujan. Kamis juga masih hujan sampe siang. Karena itu sampe kamis malam, aku ga tau gimana keadaan kota padang pasca gempa dasyat tsb. Ada juga sih tetangga atau sodara yg cerita, cuma ga terbayang gimana keadaan sebenarnya padang setelah menjadi kota mati dalam sekejab mata.

Jumat pagi aku beranikan datang melihat keadaan kota dan terutama kantorku. Ternyata kondisinya sungguh menyedihkan. Sepertinya gedung A tidak bisa digunakan lagi, begitu pengamatanku. Bersyukur tim kantor pusat Bank Indonesia bergerak cepat dan tepat. Hari kamis, hari pertama pasca bencana, seluruh ATM telah kembali beroperasi. Ini sangat krusial, karena tentunya masyarakat sangat membutuhkan uang tunai. Dan jumat itu sistem pembayaran non tunai sudah berjalan normal. Hingga mulai senin tanggal 4 okt 2009 kemaren, kami dah ngantor walau dengan kondisi darurat.

Alhamdulillah keluarga besar di pdg ga ada yg jadi korban. Kalo anak2 kayaknya trasa sekali pengaruhnya. Fathan jumat pagi sampe minggu siang kemaren badannya panas. Ditambah lagi dg cuaca yg tidak kondusif, jadinya anak pada batuk pilek. Kasian fathan. Anak2 lain juga banyak yg gitu kayaknya. Fathan tau ada gempa. Apa2 yg rusak dia bilang kena gempa. Mungkin gimana maksud gempa itu aja yg dia belum ngerti. Pas kejadian, dia Cuma ngomong “ada apa ini?” heran mungkin kok orang2 pada panik dan berlarian.

Kini setelah lebih tiga bulan, kota padang masih belum pulih kembali. Malah gedung2 rusak belum semuanya dirobohkan. Entah butuh berapa lama untuk Padang kembali menjadi seperti sebelum bencana. Yang pasti, semua berharap dan berdoa semoga bencana ini tidak akan pernah dirasakan lagi. Cukup menjadi cerita bagi anak cucu kelak. Semoga.....

Semoga bencana ini membawa hikmah bagi semua orang. Terutama bagi aku dan keluargaku.

Rabu, September 02, 2009

Bangunan Heritage Kantor Bank Indonesia Padang

Mungkin berita ini bisa dibilang 'udah basi'. Tapi, jika membahas peninggalan bersejarah, kayaknya ga ada yg basi. bener ga? Tulisan ini mengenai agenda KBI Padang dalam rangka menjaga dan melestarikan gedung kantor BI eks De Javaschebank yg terletak di Muaro Padang. Artikel ini juga telah dimuat di kolom advertorial Harian Padang Ekspres tgl 27 mei & 1 Juni 2009 lalu. Moga menggugah pihak-pihak terkait lainnya untuk ikut melestarikan peninggalan bersejarah lainnya.

PENCANANGAN PELESTARIAN DAN PEMANFAATAN BANGUNAN HERITAGE BANK INDONESIA DI PADANG

Jika kita berjalan-jalan menelusuri wilayah kota Padang bagian Selatan, seperti Jalan Niaga, Jalan Batipuh, Jalan Batang Arau dan sekitarnya, maka kita akan banyak menemui bangunan-bangunan tua peninggalan sejarah. Salah satu bangunan tua yang memiliki nilai sejarah penting dengan gaya bangunan dan arsitektur berseni tinggi adalah gedung eks De Javasche Bank yang dikenal dengan Gedung Bank Indonesia Padang Muaro. Bangunan ini terletak di Jalan Batang Arau, tepat di sebelah jembatan Siti Nurbaya dan di tengah-tengah kawasan bangunan tua bersejarah lainnya.

Sejarah Kantor Bank Indonesia Padang Muaro berawal dari sekitar 142 tahun yang silam ketika kantor De Javasche Bank cabang Padang dibuka pada tanggal 29 Agustus 1864. Kantor ini merupakan kantor cabang De Javasche Bank ketiga setelah kantor cabang Semarang dan Surabaya atau sebagai kantor cabang pertama di luar Pulau Jawa.

Dalam rangka berpartisipasi melestarikan bangunan peninggalan bersejarah (heritage) serta mendorong pihak lain untuk ikut melaksanakan pelestarian bangunan cagar budaya tersebut, Bank Indonesia telah menyelenggarakan acara seminar dan pameran dengan tema “Pencanangan Pelestarian dan Pemanfaatan Bangunan Heritage Bank Indonesia” pada tanggal 14-15 Mei 2009, yang diadakan di Gedung Bank Indonesia Padang Jalan Sudirman dan Gedung Bank Indonesia Padang Muaro (eks De Javasche Bank).

Seminar dan pameran ini dihadiri oleh berbagai kalangan diantaranya instansi pemerintah, pemerhati budaya, dan para akademisi. Dibuka langsung oleh Deputi Gubernur Bank Indonesia, Ardhayadi M, acara seminar menghadirkan para pembicara ahli di bidang Arsitektur dan Kebudayaan, yaitu Ir. Karnaya M.Arch.U.D, Dr. Laretna T. Adhisakti, Ir. Catrini Pratihari Kubontubuh, M. Arch, serta Dr. Ir. Eko Alvares dari Universitas Bung Hatta. Agenda acara yang tak kalah menarik adalah presentasi dari Walikota Padang, H. Fauzi Bahar, dan Walikota Sawahlunto, H. Amran Nur, dimana masing-masing menguraikan tentang usaha pelestarian peninggalan bersejarah di kota Padang dan Sawahlunto.

Acara ini digagas antara lain sebagai wujud peran dan tanggung jawab Bank Indonesia dalam melaksanakan pelestarian bangunan bersejarah, turut serta dalam program pemerintah guna melakukan revitalisasi terhadap kawasan kota tua/kawasan di sekitar bangunan tersebut berada, wujud upaya Bank Indonesia dalam rangka Corporate Social Responsibility/CSR kepada masyarakat dalam melestarikan bangunan untuk dipergunakan sebagai Public Used (a.l sebagai perpustakaan, tempat penyelenggaraan seni dan budaya setempat, gallery, dll), dan memberikan fungsi dan manfaat baru pada bangunan, sehingga diharapkan bangunan dimaksud dapat memberikan pemasukan/income terutama dalam hal pengelolaan.

Sedangkan tujuan dari agenda pelestarian yang dilaksanakan Bank Indonesia antara lain memelihara aset (bangunan) yang dimiliki oleh Bank Indonesia, optimalisasi pemanfaatan bangunan bersejarah (a.l public used, source of income, office space), mendorong kegiatan, pengetahuan dan kemampuan untuk melakukan kegiatan pelestarian, pemeliharaan dan konservasi bangunan-bangunan bersejarah, mendorong pariwisata (tourism) di daerah setempat, dan mendokumentasikan kegiatan pelestarian dan gedung-gedung bersejarah milik Bank Indonesia.

Seminar dan pameran heritage Bank Indonesia berlangsung lancar dan sukses. Dan tentunya momen ini diharapkan akan mendorong pihak-pihak yang terkait dengan pelestarian bangunan peninggalan sejarah untuk ikut serta membangun kawasan heritage di kota Padang menjadi kawasan tujuan wisata, sumber perekonomian masyarakat, dan pusat pengembangan kebudayaan.

Sebagai tindaklanjut kegiatan pencanangan pelestarian dan pemanfaatan bangunan heritage Bank Indonesia tersebut, khususnya gedung Bank Indonesia Muaro di Jl. Batang Arau No. 60 Padang, mulai saat ini gedung tersebut dapat dimanfaatkan oleh berbagai pihak untuk menyelenggarakan acara yang berkaitan dengan kegiatan budaya, diskusi bangunan bersejarah, pameran ataupun seminar produktif lainnya. Gedung Bank Indonesia Muaro, yang dapat menampung sekitar 80 orang peserta seminar, memiliki suasana dan arsitektur khas bangunan peninggalan kolonial sehingga akan memberikan kesan dan nuansa tersendiri bagi pihak yang melakukan kegiatan di tempat tersebut.

Kamis, Agustus 13, 2009

Manfaat Tidur Saat Gelap

A good information nih. Kondisi malam yang gelap teryata diam-diam berkolaborasi dengan tubuh kita. Hebatnya lagi....hanya dalam keadaan yang benar-benar gelap tubuh kita menghasilkan Melantonin, salah satu hormon dalam sistem kekebalan yang mampu memerangi dan mencegah berbagai penyakit termasuk kanker payudara dan kanker prostat. Sebaliknya, tidur dengan lampu menyala di malam hari, sekecil apapun sinarnya menyebabkan produksi hormon melantonin terhenti.

Biolog Joan Roberts menemukan rahasia ini setelah melakukan percobaan pada hewan. Ketika hewan diberi cahaya buatan pada malam hari, melantoninnya menurun dan sistem kekebalan tubuhnya melemah. Rupanya, cahaya lampu, seperti juga TV menyebabkan hormon menjadi sangat lelah. Oleh Karena itu, selain menghemat energi, dengan mematikan lampu ketika tidur merupakan cara alami untuk meningkatkan kesehatan tubuh.

Jenis-jenis gangguan tidur yang dapat dialami oleh siapa saja antara lain
adalah:

A. Jet-lag. Adanya perubahan waktu antara siang dan malam yang mendadak akibat perjalanan dengan pesawat terbang. Ini bisa mengganggu irama sirkadian tubuh manusia.
b. Kafein, nikotin, alkohol. Kafein nikotin yang terlampau banyak dapat menimbulkan kesulitan untuk tidur. Kondisi ini sering dialami oleh peminum kopi, perokok, dan pencandu alkohol.
C. Faktor lingkungan. Dentuman suara musik yang keras, suara pabrik yang berisik, tidur dengan lampu yang menyala terang, akan menyebabkan tidur seseorang menjadi terganggu.

Selain itu, menurut penelitian Joan Roberts, perempuan ternyata memiliki banyak masalah dan gangguan dalam tidur. Penyebab gangguan tidur pada perempuan adalah:

A. Stres psikis. Ada anggota keluarga yang meninggal dunia, menghadapi ujian, kecelakaan lalu lintas, putus cinta. Secara statistik, 34% kaum perempuan sering mengalami hal ini dibanding 22% pada laki-laki. Kemungkinan karena perempuan lebih sensitif.
B. Gangguan mitra tidur. Kurang lebih 17% perempuan mengeluh sulit tidur karena mitra tidurnya memiliki kebiasaan mendengkur dan hanya 5% laki-laki mengeluhkan penyebab serupa.
C. Pekerja malam, perawat rumah sakit, penjaga malam, buruh pabrik. Mereka yang bekerja pada malam hari ternyata lebih sering mengalami gangguan tidur. Para perempuan pekerja malam ini lebih sering pula mengalami gangguan siklus haid, dan sukar untuk hamil.
D. Terkait dengan haid. Hormon progesteron bersifat menimbulkan rasa tenang dan rasa kantuk. Hormon progesteron akan meningkat pada masa ovulasi, yaitu kurang lebih pada Hari 12-14 dari siklus haid. Beberapa perempuan akan mengalami rasa lemas dan rasa kantuk yang berlebihan. Gangguan tidur mulai terjadi ketika hormon progesteron ini mulai menurun, yaitu beberapa hari menjelang datangnya haid (Hari 22-28 dari siklus haid). Perempuan akan lebih sering terbangun, tidur kurang nyenyak, atau terbangun dengan perasaan yang tidak segar.
E. Terkait dengan hamil. Pada masa hamil juga terjadi perubahan-perubahan yang dapat mengganggu tidur. Pada kehamilan 1-3 bulan, hormon progesteron mulai meningkat, menimbulkan rasa kantuk pada beberapa perempuan. Rahim yang membesar mulai mendesak kandung kemih, sehingga perempuan hamil sering terbangun beberapa kali untuk berkemih.
Pada kehamilan 4-6 bulan, hormon progesteron mulai stabil. Rahim sudah tidak lagi mendesak kandung kemih. Perempuan hamil akan merasakan masa-masa tidur yang paling nikmat. Hampir tidak Ada gangguan tidur pada usia kehamilan ini.
Pada kehamilan 7-9 bulan, mulai terjadi gangguan tidur. Adanya rasa panas di daerah dada, rasa gerah, hidung yang tersumbat, kram pada tungkai bawah, lebih sering berkemih akan mengganggu kualitas dan kuantitas tidur perempuan hamil. Sekitar 97% perempuan akan lebih sering terbangun tengah malam dan sukar untuk tidur kembali. 30% perempuan yang tidak pernah mendengkur akan tidur dengan mendengkur.
F. Masa menopause. Produksi hormon estrogen mulai menurun, membuat 30%-40% perempuan lebih sering terbangun di tengah malam karena keringat yang banyak, rasa jantung berdebar, atau timbul keluhan rasa panas di dada dan kepala.

Upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi gangguan tidur antara lain adalah:

1. Hindari makanan berkadar gula tinggi (madu, sirop), mengandung kafein (kopi, cokelat, teh), rokok, atau alkohol, menjelang waktu tidur.
2. Tidur dan bangun pada waktu yang teratur setiap hari.
3. Gunakan tempat tidur hanya untuk hubungan intim dan tidur. Tidak untuk kegiatan lain seperti belajar, bekerja, membaca, senam, dan sebagainya.
4. Olahraga yang teratur akan membuat tidur menjadi lebih nyenyak dan nyaman. Demikian pula bagi perempuan hamil, olahraga dapat mengurangi kejadian kram di tungkai bawah.
5. Biasakan tidur dalam suasana gelap tanpa lampu menyala.
6. Shalat.
7. Jangan gunakan obat tidur karena dapat menimbulkan efek samping seperti gangguan ingatan, kurang waspada, sering ngompol dan sakit kepala.
8. Konsultasi ke dokter, mungkin dokter perlu memberikan nasihat atau obat-obat tertentu seperti melatonin, hormon estrogen, dan sebagainya.

Mudah-mudahan informasi di atas dapat bermanfaat ya...