Selasa, Juli 28, 2009

Mari Raih Manfaat Puasa

Sebentar lagi kita akan memasuki bulan Ramadhan, bulan dimana kita diwajibkan berpuasa penuh satu bulan dan dapat menjalankan ibadah-ibadah sunah lainnya yang hanya ada di bulan Ramadhan tersebut. Tapi tau ga rahasia dibalik perintah berpuasa dan kajian ilmiah seputar Ramadhan lainnya? Berikut sebuah tulisan yang aku terima dari email seorang teman, semoga selain dapat memotivasi kita untuk lebih giat beribadah dalam memanfaatkan momen Ramadhan, juga sebagai bahan renungan dan pemikiran kita semua betapa kasih dan sayangnya Allah SWT kepada umat-Nya melalui bulan suci Ramadhan ini.
Mengapa Manusia perlu berpuasa?

Karena manusia adalah makhluk bumi dan makhluk bumi berpuasa
– Pohon berpuasa dengan menggugurkan daun
– Rumput dan biji berhenti tumbuh (dorman)
– Beruang berpuasa (hibernasi) selama musim dingin
– Kelelawar, tikus, landak, woodchuck, katak, kadal, air, kadal, ular, siput, lalat, tawon, lebah, serangga, beruang, buaya, juga berpuasa di musim dingin
– Buaya berpuasa (aestivasi) selama musim panas
– Ular, serangga, bekicot, katak, kepiting, siput, capung, juga berpuasa di musim panas
– Ikan Paus dan burung berpuasa saat bermigrasi ke tempat yang jauh
– Ikan salmon, penguin, angsa, anjing laut, singa laut, ulat bulu, berpuasa di saat musim kawin
– Dalam metamorfosis, kupu-kupu berpuasa selama tahap kepompong
– Laba-laba dan anak ayam berpuasa dimasa awal kelahirannya di dunia
– Ular berpuasa setelah makan besar
– Anjing berpuasa beberapa minggu ketika marah atau sedih ditinggal mati majikannya
– Iguana berpuasa ratusan hari ketika tertangkap
– Gajah dan anjing berpuasa ketika menderita luka dalam
– kuda, kucing, anjing, sapi, berpuasa ketika terserang penyakit, hingga mereka sembuh

Setiap makhluk dewasa mempunyai siklus puasa dengan periode dan lamanya puasa yang berbeda-beda

Untuk apa makhluk bumi berpuasa?

Perhatikan tujuan dan manfaat puasa mereka
– Melakukan efektifitas dan efisiensi kegiatan karena kelangkaan sumber makanan; pohon, beruang, buaya
– Berjihad menuju tempat yang tersedia sumber makanan; ikan paus, burung
– Meningkatkan kualitas sperma dan sel telur untuk menghasilkan generasi yang sehat; penguin, salmon
– Fokus dan konsentrasi pada suatu jenis proses; kepompong
– Menyempurnakan proses adaptasi terhadap dunia baru; anak ayam, laba-laba
– Mencerna makanan secara sehat; ular
– Mengendalikan emosi; anjing
– Protes untuk hidup layak; iguana
– Menyembuhkan penyakit; gajah, kucing, sapi

Bagaimana puasa dapat memberi manfaat ini

Karena setiap makhluk hidup dibekali program AUTOLISIS. Dalam kondisi normal, tubuh mendapatkan energi dan nutrisi yang berasal dari luar tubuh, melalui makanan, minuman dan radiasi. Autolisis atau self digest adalah program untuk mendapatkan energi dan nutrisi yang berasal dari dalam tubuh, melalui ‘pembakaran’ sel-sel tubuh yang dikenali sebagai sumber makanan. Makhluk akan berpuasa sesuai perintah ‘naluri’nya. Saat berpuasa maka program Autolisis ini aktif dan memberi manfaat yang dibutuhkan makhluk

Apakah manusia juga dibekali program Autolisis

Benar, karena manusia juga makhluk bumi dan hidup dari apa yang disediakan bumi. Semua makhluk hidup punya roh. Bahkan 99.3% rancangan dasar (genetik) manusia sama dengan simpanse. Bedanya hanya pada kemampuan otak

Bagaimana manfaat Autolisis bagi manusia ?
Serupa dengan manfaatnya bagi makhluk bumi. Ketika Autolisis diaktifkan, maka ia segera beraksi
– Pertama kali ia akan mengambil database mengenai rancangan dasar (FITRAH) manusia. Secara keseluruhan ada sekitar 50 triliun sel yang menyusun tubuh kita, yang terdiri dari sekitar 200 jenis sel.
Autolisis berbekal data detail setiap sel tubuh; bagaimana seharusnya kondisi sehat dari setiap jenis sel, dibagian tubuh mana seharusnya sel itu berada, berapa banyak jumlah setiap jenis sel yang ideal bagi tubuh.
– Selanjutnya ia akan menghampiri sel-sel liar yang tidak terdapat dalam daftar Fitrah. Mengubah asam amino dan laktat menjadi gula
– Bila sel-sel liar sudah habis, barulah ia akan mendatangi timbunan lemak dalam tubuh dan membakar (oksidasi lemak) menjadi ketone. Dengan demikian Autolisis akan menghilangkan sel-sel rusak, sel-sel mati, benjolan hingga tumor, dan timbunan lemak yang juga sering menjadi sarang zat-zat beracun.

Hanya itu saja ? Tentu tidak. Ketika berpuasa sistem pencernaan kita beristirahat. Sel-sel liar dan lemak yang telah dihancurkan akan dibawa ke hati. Saat puasa, hati tidak disibukkan oleh makanan hasil serapan dari usus. Oleh karena itu hati akan bekerja penuh menyaring racun-racun hasil autolisis. Yang selanjutnya racun akan dibuang keluar tubuh. Lalu darah akan dipenuhi energi dan nutrisi yang sehat dan berkualitas tinggi. Menjamin penggantian sel mati, perbaikan sel rusak, dan pembentukan sel baru, terjadi dengan kualitas prima. Tubuh kita segera memiliki sel-sel baru dengan kualitas fitrah, sehat dan berfungsi baik. Ketika puasa, energi yang dihemat dari sistem pencernaan, akan digunakan untuk aktivitas sistem kekebalan tubuh dan proses berpikir oleh otak. Dengan puasa, penyakit lebih mudah disembuhkan. Dengan puasa, kita lebih mudah dalam menerima pelajaran maupun saat berpikir

Jadi manfaat Puasa bagi manusia :
• Efektifitas pengelolaan energi
• Menghancurkan sel-sel yang tidak dibutuhkan
• Membuang endapan racun dalam tubuh
• Menyembuhkan penyakit
• Meningkatkan kemampuan belajar
• Kembali Fitrah (awet muda & cerdas)

Bagaimana agar program Autolisis aktif ?

Dengan niat berpuasa di siang hari Autolisis akan aktif dengan dua kondisi;
a. Pertama, kadar glikogen darah berkurang dan otak menyimpulkan kita lapar dan harus makan
b. Kedua, kita sengaja berniat tidak makan alias berpuasa.
Bedanya orang puasa dan orang yang telat makan adalah di niat. Saat lapar, otak memerintahkan organ-organ pencernaan bersiap-siap ‘makan’. Liur, lambung, hati, usus, beramai-ramai mengeluarkan enzim dan beraktifitas. Bila tidak ada makanan yang masuk, maka lambung dan usus akan sakit. Kita akan terkena sakit maag atau radang usus.

Mengapa harus puasa siang hari, bukan malam ?

Karena siang hari kita beraktivitas bukan tidur. Aktivitas akan membakar energi hingga habis. Pertama-tama kebutuhan energi diperoleh dari glukosa hasil makan (sahur). Setelah habis energi diperoleh dari glikogen dalam darah. Bila kandungan glikogen berkurang baru otak menyatakan lapar dan menyuruh makan. Bila kita sedang puasa, otak akan menghidupkan program Autolisis. Di malam hari, tanpa aktivitas fisik, energi yang dibutuhkan tubuh sedikit, sehingga glikogen darah tidak pernah terpakai dan autolisis tidak pernah diperintahkan untuk aktif. Jadi ketika berpuasa sebaiknya kita beraktifitas normal, agar kita memperolah manfaatnya. Jangan tiduran sepanjang siang.

Mengapa puasa dibatasi subuh sampai magrib ?

Karena akan membahayakan bila berpuasa lebih dari 16 jam. Produksi enzim oksidasi asam lemak dalam tubuh terbatas dan akan habis bila kita berpuasa 16 jam. Bila kita memaksakan diri terus berpuasa, maka kadar asam lemak bebas (free fatty acids) dalam darah akan tinggi yang dapat menyebabkan otak kita menjadi pusing, membengkak dan lama-lama bisa koma. Oleh karena itu, makan sahur mendekati imsak, dan segeralah berbuka waktu masuk magrib. Jadi kurang lebih kita berpuasa 13-14 jam

Mengapa manusia diwajibkan puasa satu bulan ?

Karena lebih dari 90% sel dalam tubuh kita mengalami peremajaan dalam periode 28 hari
– sel kulit dan kulit kepala, sel-sel hati, dan sel-sel yang membentuk kalsium pada tulang mati dan diganti setiap hari
– sel reseptor informasi dari saraf, pembentukan sel melanin di kulit, dan sel-sel yang terkait dengan haid wanita. mempunyai siklus pergantian setiap satu bulan (sekitar 28 hari)
– sel darah merah diganti setiap 4 bulan (120 hari)
– sel otak mempunyai siklus pergantian bertahun-tahun

Bila sel-sel tubuh telah diproses sesuai fitrah, insya Allah peremajaan berikutnya juga sesuai fitrah Karena semua sel sudah berada pada kondisi yang prima, maka pembentukan sel darah merah tentu akan diproses secara prima. (yang harus didukung oleh aktivitas tubuh dan pola makan) Jadi kita butuh puasa minimal 28 hari berturut-turut, agar seluruh bagian tubuh (kecuali sel darah merah) kembali fitrah

Mengapa harus di bulan Ramadhan ?

Karena ada siklus badai radiasi matahari yang memberi kemampuan belajar yang tinggi (wallahu’alam). Tubuh yang fitrah dapat terkontaminasi kembali atau aus, baik oleh perubahan iklim/musim, maupun oleh pola hidup manusia. Seiring perubahan musim, adaptasi sel-sel tubuh akan berulang setiap tahun. Sebelum memulai siklus adaptasi berikutnya maka sel-sel harus disiapkan dalam kondisi fitrah. Sehingga puasa satu bulan harus diulangi setiap tahun. Karena puasa menyediakan energi extra untuk belajar atau berpikir, maka sebaiknya puasa dilakukan pada saat kondisi alam mendukung kondisi kecerdasan (daya tangkap) otak. Aktifitas otak terlihat dari getaran membran sel otak, dan tingkat getaran otak dipengaruhi oleh radiasi elektromagnetik. Tingkat kesadaran otak berbeda antara malam, pagi, siang dan sore hari. Badai matahari juga berpengaruh terhadap tingkat kesadaran otak.

Berdasarkan skala NOAA (National Oceanic and Atmospheric Administration), Badai Radiasi Matahari dikelompokkan dalam lima skala (S1-S5). Badai matahari yang mempunyai siklus tahunan terletak antara skala S2 (Moderate) dan S3 (Strong), yang masih aman bagi manusia. Pada setiap bulan Ramadhan diperkirakan terjadi badai radiasi dengan tingkat flux 700-800 MeV particle s-1 ster-1 cm-2. Radiasi ini sekitar seribu kali radiasi bulan purnama dengan tingkat flux 0.7-0.8 MeV particle s-1 ster-1 cm-2. Ini adalah hipotesa malam lailatul qadar yang bernilai seribu bulan (wallahu’lam). Tingkat kesadaran otak yang tinggi di bulan Ramadhan merupakan alasan mengapa banyak Nabi merenung di bulan ini, dan mengapa Al Quran turun pada bulan ini. Oleh karena itu manfaatkan bulan Ramadhan untuk sebanyak mungkin memahami isi Al Quran, merenung dan belajar.

Mengapa dilarang berhubungan sex ketika puasa ?

Karena hubungan suami istri menguras energi
– Sex adalah aktivitas fisik seperti olahraga yang membutuhkan energi tinggi
– Karena bersentuhan terjadi saling pindah energi (hukum termodinamika) secara tak beraturan
– Merupakan tingkat emosi tertinggi pada manusia, yang menguras energi
– Ejakulasi membuang banyak energi
Kebutuhan pemulihan energi yang banyak setelah sex, akan mempercepat habisnya enzim oksidasi. Bila dipaksakan terus berpuasa, maka dikhawatirkan sebelum waktu berbuka tiba akan terjadi penumpukan asam lemak bebas yang bikin otak pusing. Tujuan fitrah jadi tidak tercapai. Ketika puasa jauhi hal-hal yang mengarah pada pikiran-pikiran porno. Tahan sebentar. Nanti malam ketika sudah tidak puasa, diperbolehkan berhubungan badan dengan suami/istri yang sah.

Saat puasa, kendalikan Emosi. Emosi berlebihan juga akan menguras energi. Otak akan menyerap energi cukup besar. Otak juga akan memerintahkan jantung untuk berdetak lebih cepat sehingga semakin banyak energi terkuras Emosi negatif akan membawa kita pada kondisi stress, suatu kondisi otak yang kacau karena keinginan tidak sama dengan kenyataan, dan jalan keluarnya belum ditemukan. Stress menyebabkan otak mengkonsumsi energi dalam jumlah banyak. Oleh karena itu sebaiknya saat puasa kita tidak mengumbar emosi negatif seperti marah, takut, benci, iri, dengki, sombong, dusta, dll. Hadapi hal-hal yang kurang menyenangkan dengan sabar Sebaliknya kita harus memperbanyak kondisi yang membangun emosi positif kita, seperti tersenyum, optimis, membantu orang lain, melakukan tindakan-tindakan yang bernilai baik (amal saleh), bersedekah, dll. Euphoria adalah kegembiraan yang diungkapkan secara berlebihan, juga akan menyedot energi. Sebaiknya hadapi semua hal yang menyenangkan dengan bersyukur.

Mengapa kita harus tarawih ?

Shalat tarawih bersifat sunnah, artinya aktivitas tambahan yang memberi manfaat. Menjelang tidur, otak berada pada gelombang Teta (3-7 hz), suatu kondisi yang memungkinkan terjadinya penyamaan persepsi dan pembentukan paradigma bagi diseluruh bagian otak. Persepsi dan paradigma sangat membantu kita bersikap dan bertindak dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga persepsi dan paradigma yang harus kita bangun tentu yang bernilai tinggi. Sesuai dengan tatanan jaringan neurotransmiter otak, maka paradigma bernilai tinggi adalah Keesaan Allah, kehidupan setelah mati, aktivitas kehidupan dunia yang bermanfaat (taqwa) dan senantiasa bersyukur.

Memperbanyak shalat dan dzikir, secara spiritual juga lebih mendekatkan dan mengakrabkan diri kepada pencipta kita, Allah SWT. Melepaskan seluruh beban dan mengharap pertolongan Nya pada setiap langkah kehidupan. Selalu mengawali kehidupan dengan gembira dan tanpa rasa takut. Tidurlah yang cukup. Tidur yang sehat adalah di malam hari. Selesai tarawih segeralah tidur, karena pada saat tidur terjadi penguatan sistem kekebalan tubuh yang lebih baik dan perbaikan serta pergantian sel-sel yang rusak. Bila ingin memperdalam ilmu, bangunlah malam hari untuk tahajud, atau disaat menjelang sahur. Tidur siang untuk menutupi kurang tidur di malam hari adalah lebih baik, daripada kekurangan tidur. Tapi jangan tidur melulu, karena kelebihan tidurpun tidak baik, dapat melemahkan otot-otot organ tubuh kita

Kalau sakit boleh tidak puasa ?

Jangan puasa bagi yang kurang energi
– orang yang sakit keras, apalagi harus diinfus dan transfusi darah. Kalau flu ringan sebaiknya puasa
– orang yang dalam perjalanan yang menghabiskan energi. Kalau naik pesawat dua jam lebih baik puasa
– wanita haid
– orangtua dan anak-anak yang lemah fisik

Tujuan akhir dari puasa Ramadhan adalah agar dengan izin dan RIDHO ALLAH, kita kembali kepada kondisi FITRAH. Untuk itu, beberapa hal yang harus dilakukan agar tujuan tercapai :
1. Berniat untuk puasa di siang hari
2. Sahur menjelang imsak dengan menu sehat
3. Beraktivitas fisik normal
4. Memperbanyak renungan, hikmah dan bersyukur
5. Kendalikan emosi, hindari stress
6. Membangun paradigma hidup dengan amal baik
7. Jangan berhubungan suami istri saat puasa
8. Berbuka segera dengan air putih dan jus buah
9. Makan tidak melebihi kapasitas lambung
10.Ibadah dan dzikir menjelang tidur
11.Tidur yang cukup (minimal 6 jam sehari)
12.Memahami Al Quran di sebagian malam

Bagaimana pola makan yang sehat di saat puasa ?

Makanlah apa saja kecuali yang dilarang
– Jangan makan yang mengandung virus dan bakteri penyakit, seperti kondisi daging bangkai flu burung
– Jangan makan yang mengandung unsur-unsur beracun, seperti yang terkandung dalam darah
– Jangan makan jenis lemak yang sulit dicerna perut, sulit disaring hati, dan sulit diangkut oleh darah, seperti yang ada pada daging babi
– Jangan minum minuman yang segera merusak sel-sel otak, seperti alkohol dan jenis khamar lain
– Jangan menghisap asap yang merusak paru-paru, mengotori darah dan mengurangi suplai energi ke otak, seperti rokok
– Seimbangkan porsi karbohidrat, lemak dan protein, atau ikuti saran 4 sehat 5 sempuna
– Jangan makan melebihi kapasitas lambung yang hanya 1-1.5 liter
– Disaat buka dianjurkan minum air putih dan jus buah/kurma lalu shalat magrib, untuk membersihkan endapan racun pada dinding-dinding usus. Makan malam secukupnya setelah shalat magrib
– Makan yang sehat adalah dengan posisi duduk disertai rasa beryukur. Berdoalah sebelum dan
setelah makan

Allah tidak butuh apa-apa dari makhluk, tetapi Allah memberi petunjuk kepada makhluk agar kehidupan makhluk penuh dengan nikmat Sang Pencipta alam semesta mencintai makhluk yang berserah diri pada hukum alam yang telah ditetapkan Nya serta mengikuti petunjuk Nya. Selamat berpuasa dengan benar dan semoga di awal syawal kita telah kembali Fitrah sebagai modal untuk langkah hidup kemudian. Beda Ramadhan dengan hari lain hanyalah di niat puasa, sahur, tidak berhubungan suami istri di siang hari, berbuka dan tarawih. Setelah kembali fitrah, terus pelihara prinsip-prinsip hidup sehat dan mulia sebagaimana bulan Ramadhan. Kalaupun setelah Ramadhan kita tidak puasa sunah bulanan, senin-kamis, atau puasa Daud, maka makanlah setelah merasa lapar dan berhentilah makan sebelum terasa kenyang

sumber : rajendra kartawiria
QuranicQuotientCentre
qqc_v@yahoo.com

Jumat, Juli 24, 2009

Nasihat Menyambut Bulan Ramadhan

Sebentar lagi kita akan memasuki bulan suci Ramadhan. Apa yang musti kita persiapkan untuk menyambut bulan penuh pengampunan tersebut? Dari seorang teman, aku mendapat beberapa nasihat penuh hikmah yang merupakan kutipan dari buku "Puasa Bersama Rasulullah", karangan Ibnu Muhammad, Mizan Pustaka.

1. Bermohonlah kepada Allah SWT dengan niat yang tulus dan hati yang suci agar Allah membimbingmu untuk melakukan puasa dan membaca kitab-Nya.

2. Celakalah orang yang tidak mendapat ampunan Allah di bulan yang agung ini. Kenanglah dengan rasa lapar dan hausmu, kelaparan dan kehausan di hari kiamat. Bersedekahlah kepada kaum fakir dan miskin.

3. Muliakanlah orang-orang tuamu, sayangilah yang muda, sambunglah tali persaudaraanmu, jaga lidahmu, tahan pandanganmu dari apa yang tidak halal kamu memandangnya, dan pendengaranmu dari apa yang tidak halal kamu mendengarkannya.

4. Kasihanilah anak-anak yatim, niscaya dikasihi manusia anak-anak yatimmu. Barangsiapa memuliakan anak yatim di bulan ini, Allah akan memuliakannya pada hari ia berjumpa dengan-nya.

5. Angkatlah tangan-tanganmu untuk berdoa pada waktu shalatmu karena itulah saat-saat yang paling utama ketika Allah memandang hamba-hambanya dengan penuh kasih. Dia menjawab mereka ketika mereka menyeru-Nya, menyambut mereka ketika mereka memanggil-Nya, dan mengabulkan mereka ketika mereka berdoa kepada-Nya.

6. Sesungguhnya dirimu tergadai karena amal-amalmu, maka bebaskanlah dengan istighfar. Punggung-punggungmu berat karena beban (dosa)-mu, maka ringankanlah dengan memperpanjang sujudmu.

7. Ketahuilah! Allah Ta'ala bersumpah dengan segala kebesaran-Nya bahwa Dia tidak akan mengazab orang-orang yang shalat dan sujud, dan tidak akan mengancam mereka dengan neraka pada hari manusia berdiri dihadapan Rabb Al-'Alamin.

8. Barangsiapa diantaramu memberi buka kepada orang-orang mukmin yang berpuasa di bulan ini, maka disisi Allah nilainya sama dengan membebaskan seorang budak dan ia diberi ampunan atas dosa-dosanya yang lalu.

9. Siapa yang membaguskan ahlaknya di bulan ini ia akan berhasil melewati sirathalmustaqim pada hari ketika kaki-kaki tergelincir.

10. Barangsiapa yang meringankan pekerjaan orang lain di bulan ini, Allah akan meringankan pemeriksaan-Nya di hari Kiamat. Barang siapa menahan kejelekannya di bulan ini, Allah akan menahan murka-Nya pada hari ia berjumpa dengan- Nya.

11. Barangsiapa menyambungkan tali persaudaraan (silaturahmi) di bulan ini, Allah akan menghubungkan dia dengan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barangsiapa memutuskan kekeluargaan di bulan ini, Allah akan memutuskan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya.

12. Barangsiapa melakukan shalat sunat di bulan ini, Allah akan menuliskan baginya kebebasan dari api neraka. Barangsiapa melakukan shalat fardhu baginya adalah ganjaran seperti melakukan 70 shalat fardhu dibulan yang lain.

13. Barang siapa memperbanyak shalawat kepadaku di bulan ini, Allah akan memberatkan timbangannya pada hari ketika timbangannya meringan. Barangsiapa pada bulan ini membaca satu ayat Al-Quran, ganjarannya sama seperti mengkhatam Al-Qur'an pada bulan-bulan yang lain.

14. Wahai manusia! sesungguhnya pintu-pintu surga dibukakan bagimu, maka mintalah kepada Tuhanmu agar tidak akan pernah menutupkannya bagimu. Pintu-pintu neraka tertutup, maka mohonlah kepada Rabbmu untuk tidak akan pernah dibukakan bagimu. Setan-setan terbelenggu, maka mintalah agar ia tak lagi pernah menguasaimu.

15. Amal yang paling utama di bulan ini adalah menjaga diri dari apa yang diharamkan Allah".

Kamis, Juli 16, 2009

a new day with new uniform

mulai 13 juli 2009 lalu, fathan dah mulai masuk kelas. so..make seragam dunk! selain itu fathan dah make nametag gitu. kayaknya bakalan tambah seru hari-hari fathan di sekolah.

hari pertama tahun ajaran baru. fathan bangun pagi dengan senyuman. bukan karena apa-apa, tapi pas dia bangun langsung di puterin vcd kesukaannya. jadi dia langsung turun dari tempat tidur, menuju ruang tengah dan duduk manis di depan tv. rupanya trik ini cukup sukses buat bangunin fathan tanpa suara tangisan.

kalo dah aman kayak gitu, maka selanjutnya juga akan lebih mudah buat bujukin mandinya. malah kadang tanpa perlawanan. hehe... abis mandi, fathan rupanya makin bersemangat. make seragam yang udah disipin sebelumnya pun ga sesusah biasanya yg kalo mau make baju itu, musti pake acara kejar-kejaran segala. duuh...dasar anak-anak, ga tau mamanya mau buru-buru juga ke kantor. mana belum dandan lagi :)

alhamdulillah, rupanya seragam baru jadi motivasi buat fathan buat berangkat ke sekolah. sebelumnya dia ga make seragam, cuma make baju bebas buat main. mungkin ada perasaan bangga, merasa udah besar dan sama dengan anak-anak TK yang biasa diliatnya berseragam. makanya pas ditanya, "besok fathan sekolah?", maka dia menjawab " ya ma, fathan ke sekolah pake seragam."

untuk kelas baby school yang fathan ikuti ini, program di kelas cuma sekitar 1,5 jam. selanjutnya anak-anak kelas baby school akan berganti pakaian seragamnya dengan pakaian bebas buat bermain, tidur siang dan kegiatan lain sampe sore harinya. dari informasi yang aku dapatkan dari kepala sekolahnya, sebenarnya program klasikal yang diberikan dilakukan sambil bermain. jadi anak-anak nggak merasa terbebani dan jenuh karena kegiatan belajar yang dilaluinya seperti permainan. apalagi untuk anak seusia fathan, kayaknya bermain adalah segala-galanya bagi mereka. semoga hari-hari yang dilalui fathan di bundo kandung menjadikan fathan tambah pintar dan shaleh. amin....

Jumat, Juli 03, 2009

MARI BERINVESTASI

Dalam mempersiapkan keuangan jangka panjang, maka investasi adalah suatu keharusan. Dan bila Anda melakukan investasi, ada dua pilihan yaitu melakukan investasi secara periodik, atau investasi sekali saja. Keduanya memberikan nilai investasi yang sama pentingnya. Tinggal Anda pilih mana yang sesuai dengan kekuatan dana yang Anda miliki.

Periodik

Bila berinvestasi secara periodik, maka ini berarti Anda melakukan investasi secara rutin. Anda bisa melakukan investasi setahun sekali, enam bulan sekali, atau bahkan sebulan sekali. Beberapa orang ada yang berinvestasi setiap satu atau dua minggu sekali. Tapi yang penting di sini adalah bahwa yang dimaksud dengan periodik adalah melakukan investasi secara rutin. Biasanya, berinvestasi secara periodik adalah cara yang paling ampuh untuk mengejar target dana yang besar kelak. Anda tak perlu memiliki jumlah dana yang besar pada saat ini, tapi Anda cukup hanya menyisihkan sebagian kecil penghasilan Anda untuk lalu diinvestasikan ke dalam sebuah produk investasi. Lama kelamaan, Anda akan memiliki saldo investasi yang begitu besar, karena Anda juga mendapatkan bagi hasil.

Berinvestasi secara periodik sama seperti seorang tukang bangunan yang sedang membuat dinding. Apa yang ia lakukan adalah mengambil sebuah bata, mengoleskannya dengan semen, lalu menempelkannya. Ambil lagi sebuah bata, memberikan semen, dan menempelkannya di sebelah kiri atau kanan bata yang tadi. Begitu seterusnya sampai ia bisa menyelesaikan satu lapis. Setelah itu, ia akan melanjutkannya dengan lapis kedua. Lapis kedua selesai, dilanjutkan dengan lapis ketiga. Begitu seterusnya.

Lama kelamaan, Anda akan melihat sebuah dinding. Persis seperti itulah gambarannya bila Anda berinvestasi secara periodik. Hanya bedanya, dengan berinvestasi, Anda juga mendapatkan bagi hasil. Sementara tukang bangunan tadi, tidak mendapatkan 'bagi hasil'. Yang ia lakukan hanyalah seperti menabung ke dalam celengan saja secara rutin. Tetapi prinsipnya sama saja: sedikit-sedikit, akan menjadi bukit.

Sekali Saja

Anda juga bisa berinvestasi sekali saja (lumpsum). Artinya, Anda cukup memasukkan uang sekali saja ke dalam sebuah produk investasi. Deposito, umpamanya, Anda endapkan selama -katakanlah- sepuluh tahun. Setiap tahun, Anda akan mendapatkan bagi hasil yang bisa ditambahkan ke uang pokok. Kemudian didepositokan lagi sehingga bagi hasilnya makin lama makin besar. Tapi, selama Anda tidak pernah menyentuhnya, sampai selama sepuluh tahun. Setelah sepuluh tahun, Anda akan memiliki jumlah dana yang sangat besar.

Berinvestasi secara lumpsum persis seperti kalau Anda naik ke sebuah gunung bersalju. Dari atas, Anda ambil sekumpulan salju dengan tangan Anda, lalu membentuknya menjadi sebuah bola. Setelah itu, Anda lepaskan bola salju itu dari atas, untuk digelindingkan ke bawah. Apa yang terjadi? Dalam perjalanannya dari atas sampai bawah, bola salju itu makin lama akan makin besar. Dan pertumbuhan bola salju itu persis seperti deret ukur:
1, 2, 4, 8, 16, 32, 64, 128, 256, 512, 1024, 2048, 4096, dan seterusnya.
Nah, seperti itulah gambarannya bila Anda berinvestasi secara lumpsum.

Gunakan Hukum 72

Kapan investasi Anda berlipat menjadi dua? Kalau Anda melakukan investasi sekali saja, maka ada saatnya jumlah investasi Anda akan berlipat dua. Sebagai contoh, bila Anda menginvestasikan Rp 1 juta pada deposito yang memberikan bunga/bagi hasil 12% per tahun (di-roll over setiap tahun), maka uang Rp 1 juta Anda akan berlipat dua dalam waktu enam tahun. Cara menghitungnya adalah dengan menggunakan "Hukum 72". Bagi angka 72 dengan suku bunga (misalnya 12%) dari produk investasi Anda. Sebagai contoh: (72/12) x 1 tahun = 6 tahun. Itulah jangka waktu yang dibutuhkan agar investasi Anda bisa berlipat dua.

Oleh: Safir Senduk

Kamis, Juli 02, 2009

Menikmati Proses

Ada sebuah tulisan bagus yang dikirimkan temanku lewat sebuah milis. Moga menjadi motivasi bagi kita semua...

Sebenarnya yang harus kita nikmati dalam hidup ini adalah proses. Mengapa? Karena yang bernilai dalam hidup ini ternyata adalah proses dan bukan hasil. Kalau hasil itu Allah SWT yang menetapkan. Kita hanya punya dua kewajiban, yaitu menjaga setiap niat dari apapun yang kita lakukan dan selalu berusaha menyempurnakan ikhtiar yang dilakukan, selebihnya terserah Allah SWT. Seperti para mujahidin yang berjuang membela bangsa dan agamanya, sebetulnya bukan kemenangan yang terpenting bagi mereka karena menang kalah itu akan selalu digilir kepada siapapun. Tapi yang paling penting baginya adalah bagaimana selama berjuang itu niatnya benar karena Allah dan selama berjuang itu akhlaknya juga tetap terjaga. Tidak akan rugi orang yang mampu berbuat seperti ini sebab ketika dapat mengalahkan lawan berarti dapat pahala,kalaupun terbunuh berarti bisa jadi syuhada.

Ketika berjualan dalam rangka mencari nafkah untuk keluarga, maka masalahyang terpenting bagi kita bukanlah uang dari jualan itu, karena uang itu ada jalurnya, ada rezekinya dari Allah SWT dan semua pasti mendapatkannya. Karena kalau kita mengukur kesuksesan itu dari untung yang didapat, maka akan gampang sekali bagi Allah SWT untuk memusnahkan untung yang didapatnya dalam waktu sekejap. Dibuat musibah menimpanya, dikenai bencana, hingga akhirnya semua untung yang dicari berpuluh-puluh tahun bisa sirna seketika. Walhasil yang terpenting dari bisnis dan ikhtiar yang dilakukan adalah prosesnya. Misal, bagaimana selama berjualan itu kita selalu menjaga niat agar tidak pernah ada satu miligram pun hak orang lain yang terambil oleh kita, bagaimana ketika berjualan itu kita tampil penuh keramahan dan penuh kemuliaan akhlak, bagaimana ketika sedang bisnis benar-benar dijaga kejujuran kita, tepat waktu, janji-janji kita penuhi.

Keuntungan saat berproses dalam mencari nafkah adalah dengan menjaga nilai-nilai perilaku kita. Uang bukanlah hal yang harus selalu dipikirkan,karena Allah Maha Tahu kebutuhan kita, lebih tahu dari kita sendiri. Kita sama sekali tidak akan terangkat oleh keuntungan yang kita dapatkan, tapi kita akan terangkat oleh proses mulia yang kita jalani. Hal ini perlu dicamkan baik-baik oleh siapa pun bahwa yang termahal dari kita adalah nilai-nilai yang selalu kita jaga dalam proses.

Termasuk ketika kuliah bagi para pelajar, kalau kuliah hanya menikmati hasil ataupun hanya ingin gelar, bagaimana kalau meninggal sebelum diwisuda? Apalagi kita tidak tahu kapan meninggal. Karena itu, hal terpenting dari perkuliahan adalah selalu bertanya pada diri, mau apa dengan kuliah ini? Apakah sekadar untuk mencari isi perut? Bukankah Imam Ali ra pernah mengatakan, ''Orang yang pikirannya hanya pada isi perut, maka derajat dia tidak akan jauh beda dengan yang keluar dari perutnya.

'' Kalau hanya ingin cari uang, hanya tok uang, maka asal tahu saja penjahat juga pikirannya hanya uang. Bagi kita kuliah adalah suatu ikhtiar agar nilai kemanfaatan hidup kita meningkat. Kita menuntut ilmu supaya tambah luas ilmu hingga akhirnya hidup kita bisa lebih meningkat manfaatnya. Ikhtiar dalam meningkatkan kemampuan salah satu tujuannya adalah agar dapat memberi manfaat bagi orang lain. Kita cari nafkah sebanyak mungkin supaya bisa menyejahterakan orang lain.

Dalam mencari rezeki ada dua perkara yang perlu selalu kita jaga, ketika sedang mencari kita sangat jaga nilai-nilainya, dan ketika mendapatkannya kita distribusikan sebanyak-banyaknya. Inilah yang terpenting. Dalam melakukan hal apapun, bertanyalah selalu, untuk apa kita melakukan semua itu. Saat melamar seseorang, kita harus siap menerima kenyataan bahwa yang dilamar itu belum tentu jodoh kita. Mungkin kita sudah datang ke calon mertua, sudah bicara baik-baik, sudah menentukan tanggal, tiba-tiba menjelang pernikahan ternyata ia mengundurkan diri atau akan menikah dengan yang lain. Sakit hati adalah sesuatu yang wajar dan manusiawi, tapi ingat bahwa kita tidak pernah rugi kalau niatnya dan caranya sudah benar. Mungkin Allah SWT telah menyiapkan calon lain yang lebih cocok bagi kita.

Mungkin pula kita sudah daftar ibadah haji, sudah dipotret, sudah manasik, dan sudah siap untuk berangkat, tiba-tiba ada sesuatu hal yang membatalkan kepergian kita. Apakah ini suatu kerugian? Belum tentu! Siapa tahu ini merupakan pertolongan dari Allah SWT, karena kalau jadi berangkat ibadah haji kita belum tentu mabrur. Allah SWT sangat tahu kapasitas keimanan dan keilmuan kita.

Oleh sebab itu, sekali lagi jangan terpukau oleh hasil. Hasil yang baik menurut kita belum tentu baik menurut perhitungan Allah SWT. Jika kualifikasi mental kita hanya uang limapuluh juta, maka uang satu milyar bisa menjadi musibah bagi kita. Datangnya rezeki akan efektif kalau keilmuan dan keimanan kita mantap. Kalau tidak, datangnya uang, gelar, pangkat, atau kedudukan yang tidak dibarengi kualitas pribadi yang bermutu sama dengan datangnya musibah. Ada orang yang hina gara-gara dia punya kedudukan, karena kedudukannya tidak dibarengi dengan kemampuan mental yang baik.

Sahabat, selalulah kita menikmati proses. Seperti saat seorang ibu membuat kue lebaran, ternyata kue lebaran yang sangat enak itu telah melewati proses yang begitu panjang dan lama. Mulai dari mencari bahan, memilah-milahnya, menyediakan peralatan yang pas,hingga memadukannya dengan takaran yang tepat. Begitu pula ketika ibu-ibu punya anak, lihatlah prosesnya. Hamilnya sembilan bulan, sungguh begitu berat, tidur susah, berdiri juga berat, masya Allah. Kemudian saat melahirkannya pun sakit setengah mati. Padahal setelah si anak lahir belum tentu balas budi. Bayangkanlah kalau semua proses tersebut tidak disertai keikhlasan, apa yang kita dapatkan? Oleh sebab itu, bagi para ibu, nikmatilah proses hamil sebagai ladang amal. Nikmatilah proses mengurus anak, pusingnya, dan rewelnya anak sebagai ladang amal. Nikmatilah proses mendidik anak dengan penuh jerih payah dan tetesan keringat sebagai ladang amal. Jangan pikirkan apakah anak mau balas budi atau tidak, sebab kalau kita ikhlas menjalani proses, insya Allah tidak akan pernah rugi. Rezeki kita bukan apa yang kita dapatkan, tapi apa yang dengan ikhlas dapat kita lakukan.

Wallahu alambishawab....

Rabu, Juli 01, 2009

Kunci Sukses Perkawinan

Ternyata, usia perkawinan yang sudah terbilang lama bukan jaminan perkawinan tersebut akan langgeng. Mengapa? Ketika artis terkenal, Dewi Yull, memutuskan bercerai dari suaminya, Ray Sahetapy, banyak orang terkejut. Di mata masyarakat, perkawinan mereka yang telah membuahkan empat anak itu tampak adem-ayem dan sepi dari gosip. Siapa sangka, setelah 24 tahun bersama-sama menjalani manis-pahitnya biduk perkawinan, akhirnya pasangan ini pun berpisah.

Memang, tak ada yang bisa meramal usia perkawinan, apakah bakal langgeng atau putus di tengah jalan. "Perkawinan itu, kan, proses perjalanan panjang hidup bersama. Kalau di dalam proses itu tak ada kesepakatan, ya, bisa saja putus di tahun berapa pun. Bahkan di tahun ke-40 yang nyaris kawin emas. Jadi ada yang sukses berproses, ada yang gagal," ungkap Drs. Monty P. Satiadarma, MS/AT,MCP/MFCC, seorang terapis keluarga.

Lebih jauh dijelaskan Monty, menikah secara mudah diartikan sebagai persatuan dua pribadi yang berbeda. Konsekuensinya, akan banyak terdapat perbedaan yang muncul saat menjalani perkawinan. "Satu hal yang sering kurang disadari oleh orang yang menikah adalah bersatunya dua pribadi bukanlah persoalan sederhana. Setiap orang mempunyai sejarahnya sendiri-sendiri dan latar belakang yang seringkali sangat jauh berbeda, entah latar belakang keluarga, lingkungan tempat tinggal ataupun pengalaman pribadinya selama ini.Makanya perkawinan adalah proses untuk menyatukan perbedaan-perbedaan tersebut."

Berdasarkan itulah, kesuksesan perkawinan ditandai bukan hanya oleh berapa lama hubungan tersebut terjalin, tapi juga intensitas perasaan yang dialami dua orang yang menjalin relasi perkawinan. "Bisa saja di tahun ke-5, proses sharing sudah enggak jalan. Yang ada cuma kekesalan dan kekecewaan. Perkawinan tidak lagi nyaman, tinggal tunggu satu pemicu saja, maka semuanya akan berakhir," tandas psikolog yang menjadi Dekan Fakultas Psikologi Universitas Tarumanegara ini.

PERKAWINAN SEMU

Jadi, mengukur sukses-tidaknya sebuah perkawinan tak bisa semata-mata berpatokan pada lamanya usia perkawinan saja. Apalagi seperti dibilang Monty, di Indonesia, lamanya perkawinan bukanlah ukuran sukses perkawinan tersebut. Banyak pasutri yang menghindari perceraian meski perkawinannya jelas-jelas sudah "ambruk"!

Bagi masyarakat timur yang masih memegang tradisi keluarga, kata Monty, perkawinan adalah bukti komitmen dan perceraian dianggap hal yang tabu. Akibatnya, jika mereka bercerai juga, maka kredibilitasnya akan turun. "Sedapat mungkin mereka mempertahankan karena perceraian mengubah status sosial dan finansial seseorang."

Belum lagi masalah anak yang dipikirkan dampaknya bila orang tua harus bercerai. "Tak sedikit orang tua yang menunda perceraian hingga anak-anak menjadi dewasa dengan anggapan, mereka akan lebih mudah menerima perceraian orang tuanya."

Akibat sudah tak sejalan, tetapi karena ngotot mempertahankan perkawinan demi tuntutan masyarakat, akhirnya yang terjadi adalah perkawinan semu. "Ini yang disebut dengan superficial marital relationship. Hidup dalam ikatan yang sah, tapi masing-masing pihak sebenarnya sudah jalan sendiri-sendiri. Mungkin sempat menjalani kehidupan harmonis sekian tahun, selebihnya menjadi pribadi yang asing satu sama lain. Perkawinan diteruskan hanya sebagai upaya memenuhi tuntutan sosial."

Kesuksesan suatu perkawinan, menurut Monty, harus dilihat dari sejauh mana pasutri merasakan kepuasan hubungan perkawinan pada sebagian besar waktu yang dilalui dalam ikatan perkawinan. Apakah keduanya merasa yakin dan percaya bahwa kebutuhan fisik, emosional, dan psikologisnya terpenuhi dalam kebersamaan dengan pasangan? "Yang sudah menjalani sampai 30 tahun lebih pun belum pernah diteliti, apakah betul mereka menjalani kebersamaan secara terus-menerus dengan sesungguhnya. Mungkin sekian tahun pertama, penuh cinta dan harmonis. Selebihnya, cuma status sosial saja yang mengatakan bahwa mereka menikah," kata Monty mengakhiri.

KESENJANGAN MENJADI POTENSI KONFLIK

DARI penelitian ditemukan, indikator umum yang terkait dengan kesuksesan perkawinan adalah faktor kesenjangan. Entah dalam hal berpikir, budaya, penghasilan, dan sebagainya. "Misalnya, si istri seorang sarjana sementara suaminya tak sekolah. Awalnya berjalan romantis, tapi lama-lama si suami ini kalau diajak ngomong, kok, enggak nyambung. Akhirnya, salah satu dari mereka jadi "gerah" dan minta cerai karena komunikasi sudah tidak jalan," papar Monty.

Namun, meski kesenjangan berpotensi mengancam keutuhan perkawinan, bukan berarti pasutri yang sejak semula banyak perbedaan, lalu bakal bercerai di kemudian hari. "Perkawinan adalah suatu dinamika. Jika selama proses perkawinan, kesenjangan- kesenjangan yang muncul sejak awal dan selama perkawinan bisa diterima dan ditolerir, ya, perkawinan bisa jalan terus." Sebaliknya, ada yang dari awal, pasangan itu dinilai bibit, bebet, bobot-nya sudah oke, ternyata cerai juga. Memang, pada akhirnya, jodoh adalah rahasia Yang Maha Mempertemukan meski semua pasangan tentu bercita-cita melewatkan kawin emasnya.

KUNCI SUKSES PERKAWINAN AWET

KALAU kita menyaksikan pasutri yang mampu bertahan sedemikian lama dalam perkawinan, tentu kita iri dan ingin mengikuti resepnya. Menurut Thomas Rice, dalam bukunya, Intimate Relationship, Marriages and Families, ada beberapa hal yang bisa mengawetkan hubungan suami-istri, yaitu:

* Komunikasi
Yang dimaksud bukan sekadar berbicara, tapi juga mendengarkan. Bila Anda sudah mulai malas mendengarkan pasangan berbicara, berarti Anda telah kehilangan komunikasi. Tunjukkan sikap yang baik dalam berkomunikasi, yaitu mendengarkan pasangan berbicara sampai selesai, sebelum Anda mengutarakan pendapat Anda sendiri. Ingat, perkawinan adalah timbal-balik di antara dua orang. Semua pihak ingin punya kesempatan berbicara dan hak untuk didengar.

* Kejujuran
Banyak pasangan mengaku, kejujuranlah yang membuat perkawinan mereka bertahan lama. Memang, mengakui dengan jujur kesalahan dan kekhilafan, tak jarang pahit didengarkan, tapi kejujuran akan menyelamatkan hubungan.

* Saling Menghargai
Hubungan perkawinan yang sukses memandang pasangannya sederajat (equal). Jalani perkawinan dengan saling menghargai satu sama lain.

* Saling Percaya
Jangan menghabiskan pikiran untuk terus-terusan tegang dan curiga pada pasangan. Jika suami terlambat pulang dengan alasan lalu-lintas macet, buat apa selalu menjadikannya bahan kecurigaan? Janganlah kecurigaan kecil menjadi ancaman dalam perkawinan.

* Pasangan Adalah Teman
Jadikan pasangan Anda sebagai teman saat suka dan duka, sebab cinta yang awet membutuhkan persahabatan, bukan sekadar emosi.

* Humor
Percintaan yang diselingi humor akan menyejukkan suasana. Jangan ragu untuk tertawa bersama pasangan, termasuk menertawakan hal-hal yang remeh sekalipun.

* Kompromi
Apa yang Anda inginkan darinya dan apa yang dia inginkan dari Anda, perlu dikompromikan untuk mencapai keseimbangan. Seringkali ada hal kecil yang harus dikorbankan untuk memperoleh kebahagiaan.

* Saling Memaafkan
Hubungan perkawinan tak akan langgeng bila salah satu pihak menyimpan dendam. Berilah maaf, jangan menyimpan dendam.

* Cinta
Tumbuhkan perasaan cinta pada pasangan, karena sampai kapan pun, manusia hidup butuh dicintai dan mencintai.

* Doa
Mohonlah berkah dan kemurahan hati-Nya agar cinta dan perkawinan Anda selalu berjalan mulus dan langgeng.

referensi : dari berbagai tulisan

14 Sikap Wanita Yang Tidak Disukai Pria

saat membaca beberapa arsip email yang belum sempat dibaca, aku menemukan kiriman email dari temanku Mbak Ida di Malang yang berisi tulisan wishbeukhti tentang 14 sikap wanita yang tidak disukai pria. menurut beliau, wanita kadang-kadang bekerja menuruti perasaannya belaka. mereka melakukan segala hal yang menurut perasaannya akan baik-baik saja bagi orang lain. tapi ternyata, kita sebagai wanita mungkin ga pernah bakalan tau, kalo ada banyak tingkah wanita yang oleh para pria sangat mengganggu?

1. Akumulasi. Kamu kan sudah punya baju hitam, sayang. Pria tidak habis pikir mengapa wanita memerlukan suatu benda atau barang lebih dari satu.

2. Sahabat karib. Pria juga punya sahabat baik dan mereka juga berdiskusi seperti wanita. Tapi yang tidak bisa dimengerti pria tentang wanita adalah, wanita menceritakan apa saja terhadap sahabat karib, termasuk tentang diri si pria itu. Seringkali disertai embel-embel, Jangan cerita lagi kepada siapapun, saya hanya menceritakan kepadamu. Kalau takut diceritakan lagi, kenapa harus cerita?

3. Menggerutu. Yang juga tidak bisa dimengerti pria adalah, wanita menghabiskan satu sore menggerutui seseorang.

4. Menangis. Pria paling tidak suka melihat wanita menangis. Hal ini membuat mereka merasa bersalah sekaligus bingung, apa yang membuat wanita menangis. Pria tidak bisa membedakan air mata kesedihan karena telah terjadi sesuatu yang benar-benar menyedihkan. Karena, film sedih pun bisa membuat wanita menangis. Selain itu ada rasa iri pada pria, mereka tidak bisa menangis seperti wanita walaupun sesekali mereka ingin melakukannya.

5. Rasa ingin tahu yang besar. Termasuk ingin tahu, Kenapa sih, sayang? kok diam saja? tanya wanita jika melihat kekasih atau suaminya berdiam diri. Kalau tidak dijawab si wanita akan terus bertanya, Sedang memikirkan apa sih? Padahal terkadang pria hanya ingin berdiam diri saja dan benar-benar tidak memikirkan apa-apa. Kalau si pria bilang tidak memikirkan apa-apa , wanita tidak percaya, Ah bohong! kalau tidak kok diam saja? Dan wanita masih nekat saja. Baru berhenti kalau pria benar-benar sudah marah.

6. Bertanya tentang kondisi tubuh. Pria paling tidak suka ditanya, Sayang, saya gemuk atau kurus? Menurut kamu, saya tambah gemuk nggak? Atau pertanyaan lain yang sejenis, Misalnya: Perut saya gendut ya? Atau pinggul saya makin besar nggak? Ini merupakan pertanyaan yang menjebak dan paling sulit dijawab pria. Tapi sekali wanita bertanya pria merasa tidak bisa melepaskan diri. Kalau pria bilang tidak, si wanita akan bilang bohong, kalau ia si wanita tidak senang. Satu-satunya cara pria untuk menghindari hal ini adalah pura-pura sibuk atau lari.

7. Busana. Pria benar-benar tidak bisa melihat perbedaan antara acrylic skivvy dari DKNY atau kain warna hitam lainnya dari Zambesi. Apa salahnya pakai celana panjang yang dibeli tahun lalu jika masih kuat? Dan kenapa mesti beli lagi?

8. Cemburuan. Yang ini juga cukup rumit untuk dipahami pria. Di satu sisi wanita bilang tidak suka pada pria yang overprotective dan penuh prasangka. Tapi pada saat yang sama, wanita cemburu melihat mata prianya terbelalak ketika menonton adegan seksi atau melihat wanita lain.

9. Cinta. Pria memegang prinsip bahwa mereka cukup sekali saja mengatakan I Love You. Dan ini akan terus berlaku sampai dia menampakkan perubahan. Jadi pria tidak pernah bisa mengerti, mengapa wanita terus bertanya, apakah masih cinta padahal ia belum berubah. Sederhananya jika 2+2=4, mengapa masih harus bertanya Kalau wanita terus mendesak paling-paling dia akan bilang, Sekarang saya kan masih sama kamu. Lalu kamu kira itu karena apa?

10. Menu. Yang juga membingungkan pria adalah, saat makan di luar, si wanitanya berkeras tidak mau makan udang goreng mentega, tidak mau spaghetti atau kue keju dan sebagainya. Tapi sesudah si pria memesan untuk dirinya sendiri, sepanjang makan si wanita terus ambil dari piringnya. Jika dia merasa terganggu dan tanya, kenapa tadi tidak pesan apa-apa, si wanita akan menjawab, Tadi kan saya tidak merasa lapar! atau Ah, saya kan makannya hanya untuk iseng saja. Dalam hati mungkin si pria berkata, isengnya kok gangguin orang makan?

11. Tak punya baju. Pria tidak habis pikir, baju wanita selemari penuh, dengan belasan pasang sepatu. Tapi si wanita tetap saja bilang tidak punya baju untuk pesta. Pria juga tidak mengerti pada wanita mengapa baju yang sudah dipakai ke satu pesta tidak boleh dipakai ke pesta yang lainnya. Atau merasa salah tingkah jika bertemu dengan orang tersebut pada kesempatan lain tapi masih pakai baju yang sama.

12. Permainan bertanya. Pria takut dengan permainan bertanya yang disukai wanita, Kapan pertama kali kamu merasa sayang pada saya? Waktu itu saya pakai baju apa? Dimana kita ciuman untuk pertama kalinya? Jika si pria salah menjawab biasanya wanita akan marah. Kalau dia lupa, wanita menganggapnya kurang perhatian, kalau perhatian kan akan ingat. Atau si wanita kurang berarti lagi untuk dia sampai saat sepenting itu pun sudah dilupakannya.

13. Alasan. Pria juga merasa serba salah jika si wanitanya memintanya menjelaskan alasan sesuatu yang dilakukannya. Terkadang mereka melakukan sesuatu tanpa alasan tertentu. Jadi dalam hati pria mungkin bertanya, Apakah segala sesuatu harus disertai alasan?

14. Belanja. Belanja merupakan olahraga satu-satunya yang tidak bisa dilakukan pria. Itu sebabnya mereka paling benci kalau diminta mengantar si wanita belanja.

hahaha...bener-bener deh. ternyata tulisan tsb mengulas kebiasaan wanita yg mungkin bagi kita hanya biasa saja, namun bagi pria ternyata bisa jadi hal yang sangat membosankan, bahkan mungkin sangat tidak disukainya. untuk rekan-rekan para wanita, terlepas ini benar atau tidak, jadikan aja sebagai bahan introspeksi diri. buat bercermin apakah kita udah menjadi wanita dengan sifat atau kebiasaan yang bisa disenangi siapa aja atau malah buat orang lain bete. mungkin tulisan ini terinspirasi dari pengalaman atau pengamatan penulis terhadap beberapa wanita yang dikenalnya. jadi aku rasa ga mutlak semua wanita memiliki sifat sedemikian.